Selasa, 03 Januari 2017

Renungan .....



RENUNGAN ………..

Ya Allah,..Duhai zat yang mendetakkan jantung ini,
Duhai zat yang selalu memberikan makan kepada hamba-hambanya yang lapar,
Duhai yang memberikan air yang sejuk di kala kami dahaga,
Duhai yang mengaruniakan kantuk di kala kami lelah,
Duhai yang selalu menjaga dan mengurus kami kala kami tertidur,
Hanya Engkaulah Yang Maha Agung.. hanya Engkaulah Yang Maha Kuasa..

Ya Allah, betapapun kami menghianatiMu setiap waktu tapi tiada suatu saat pun terputus Engkau memberi nikmat kepada kami,

Ya Allah jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala kebusukan kami.
Penghapus bagi seluruh dosa-dosa kami, hari dimana Engkau singkapkan tabir dari hati kami, hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya ilahiyahMu di qolbu ini.

Ya Afuw ya ghafur..
ampuni kami… Engkau Yang maha mengerti tentang kami..
tubuh kami kotor penuh dosa, hidup kami berseliMut aib.. kini kami berada di hadapanMu… Ampuni yaa Allah sebusuk apapun masa lalu yang pernah kami lalui .. Ampuni sebanyak apapun dosa-dosa yang meluMuri tubuh ini.. Hapuskan yaa Allah sekelam apapun masa lalu kami..
Ya Allah.. Duhai zat Yang maha Pengampun .. kami datang padaMu…

Ya Allah, kami ingin hidup kami berubah, gantikan segala kebusukan kami menjadi kesucian dalam pandanganMu. gantikan segala kegelapan dengan cahayaMu.. gantikan segala kedzaliman kami menjadi hidayah taufikMu.. gantikan Ya Allah… Ampuni dan selamatkan kami, ibu bapak kami yaa Allah, anak-anak kami, dari segala bala hidup ini..

Ya Allah, kami ingin merasakan indahnya hidup dekat denganMu,
Kami ingin hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang selalu akrab bersamaMu, kami lelah jauh dariMu ya Allah , kami tidak ingin terpuruk dan terhina karena tenggelam dalam kesesatan.
Berikan kepada kami keMudahan, untuk mengenalMu Ya Allah,.
Berikan kepada kami jalan untuk mendekat kepadaMu,.
Jadikan kami orang-orang yang selalu merasakan kehangatan dan kasih sayangMu.

Ya Allah jadikan sujud kami menjadi sujud yang penuh nikmat KepadaMu,.
Jadikan shedaqah kami menjadi jalan yang membuat kami akrab denganMu,.
Jadikan amal-amal kami sebagai amal-amal yang tulus hanya karenaMu,.
Ya Allah jangan biarkan kesibukkan dunia membutakan hati kami,...
Jangan biarkan pangkat dan jabatan, menjeruMuskan kami,...
Jangan biarkan hawa nafsu membuat kami terperosok dalam maksiat,..

Ampuni Ya Allah..kami para suami yang telah mendzalimi istri-istri kami.. juga ampuni para istri yang kurang dapat melayani keluarganya. Ampuni jikalau kami salah mendidik keluarga dan anak-anak kami Ya Allah..
Utuhkan kami di dunia.. utuhkan kami di surgaMu
Ya Allah.. Selamatkan anak-anak kami, Muliakan akhlaknya .. kuatkan imannya.., berilah mereka yang lebih baik daripada yang kami dapatkan, jadikan mereka hamba-hamba yang Kau banggakan di singgasanaMu yg tinggi itu.

Duhai Allah yang maha Agung
Karuniakanlah kepada kami keindahan Akhlak,
Kelembutan hati, kesejukan qalbu
Pancarkan dari diri kami, keindahan agamaMu ya Allah
Pancarkan dari pribadi diri kami, keagungan agamaMu ya Allah
Jadikan, kehadiran kami di manapun menjadi cahaya bagi ummatMu,
Jadikan, kehadiran kami di manapun menjadi penyejuk bagi ummatMu,
menjadi penggelora semangat bagi hamba-hambaMu..

Ya Allah cegahlah kami dari segala godaan yang menggelincirkan
Lindungilah kami dari tipu daya setan yang menyesatkan
Lindungi kami dari segala sifat Munafiq, ya Allah
Lindungi kami dari segala keMusyrikan
dan lindungi kami dari perbuatan apa pun yang akan menjadi contoh buruk bagi ummatMu

Ya Allah Engkau adalah tujuan kami
Engkau adalah tumpuan harapan kami
Engkau adalah dambaan hati kami
Karuniakan kami kesempatan memperbaiki diri, Ya Allah
Ya Allah jadikanlah kami para pemimpin yang dapat menjadi
contoh kebaikan dan kemuliaan bagi sebanyak-banyaknya umatMu..

Ya Allah, berikan ketaqwaan kepada jiwa-jiwa kami dan sucikanlah kami.
Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya.
Engkau Pencipta dan Pelindungnya
Ya Allah, perbaiki hubungan antar kami
Rukunkan antar hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan dg cahaya rububiyahMu
ya Allah.. Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba yang beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya Allah, wahai yang memudahkan segala yang sukar
Wahai yang menyambung segala yang patah
Wahai yang menemani semua yang tersendiri
Wahai yang mengamankan semua yang takut
Wahai penguat segala yang lemah
Mudah bagiMu melancarkan segala yang susah
Engkau Maha Tahu dan melihatnya

Ya Allah, wahai zat yang Maha Mendengar, sayangilah kami, Berkahi sisa uMur kami ini,
Jadikan uMur yang tersisa ini membawa maslahat bagi orang tua kami, bagi keluarga kami, dan bagi sebanyak-banyakNya umat Mu di bumi ini,

Ya Allah hanya engkaulah Tempat kembali kami.. hanya engkaulah Yang Maha Tahu sisa uMur kami.. berikan kesempatan bagi kami Ya Allah… mempersembahkan yang terbaik bagi keluarga kami, masyarakat kami, bangsa kami, dan utamanya bagi agamaMu yang lurus..

Ya Allah, limpahkanlah Hidayah dan TaufikMu yaa Allah… jadikan kami hamba-hamba yg shalih hingga akhir hayat kami.. Jadikan akhir hayatnya khusnul khatimah.. Lapangkan kubur kami kelak, Jadikan kami ahli surgaMu..



Khusyuklah....



KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT…
Kalau tidak, maka shalat itu akan menjadi sangat berat
Kalau tidak, maka shalat itu akan jadi beban.
Kalau tidak, maka shalat itu akan melelahkan.
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT…
Kalau tidak, maka kita akan shalat dengan malas-malasan.
Kalau tidak, maka kita akan shalat sambil melamun.
Kalau tidak, maka kita akan shalat dalam keadaan mabok.
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT…
Kalau tidak, maka kita hanya akan membaca syair dan puisi dalam shalat.
Kalau tidak, maka kita hanya akan ngelindur dalam shalat.
Kalau tidak,maka kita hanya akan komat kamit dalam shalat.
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT…
Kalau tidak, maka shalat kita akan buru-buru.
Kalau tidak, maka shalat kita akan seperti burung mematuk makanan.
Kalau tidak, maka shalat kita akan berpacu cepat.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR…
Kalau tidak, maka beban hidup kita akan terasa berat.
Kalau tidak, maka dada kita akan terasa sempit.
Kalau tidak, maka otak kita akan sering mendidih.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR…
Kalau tidak, maka kita akan sering protes kepada Allah.
Kalau tidak, maka kita akan sering mengeluh dalam hidup.
Kalau tidak, maka kita akan sering marah yang berbuah marah.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR…
Kalau tidak, maka kita akan sering merendahkan teman.
Kalau tidak, maka kita akan sering menyalahkan teman.
Kalau tidak, maka kita akan sering menghakimi teman.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR…
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkuh.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang sombong.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang egois.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR…
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkara.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber sengsara.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber petaka.
Latihlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.
Mohonlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.
Bersedialah agar kita bisa DIKHUSYUKAN ALLAH.
Diamlah agar bisa duduk di posisi “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”.
Sebab…
Khusyuk adalah bertemu dengan Allah (mulaqu rabbihim) disini.
Dan semua kembalkan(mi’raj) kepada Allah saat ini.
Khusyuk adalah berjumpa dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah meringkuk disisi Allah saat ini.
Khusyuk adalah bergantung kepada Allah saat ini.
Khusyuk adalah berpegangan dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah saling berpandangan dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah berdialog dengan Allah saat ini.
Kemudian…
Segala pujaan kembalikankan ke Allah.
Segala pujian kembalikankankan ke Allah.
Segala hormat kembalikan ke Allah.
Segala sembah kembalikan ke Allah.
Penglihatan kembalikan ke Allah.
Pendengaran kebalikan ke Allah.
Hidup kembalikan ke Allah.
Tahu kembalikan ke Allah.
Gerak kembalikan ke Allah.
Bisa kembalikan ke Allah.
Ada kembalikan ke Allah.
Inna shalati…
Wanusuki…
Wamahyaayaa…
Wamamaatii…
Lillahirabbil ‘alamiin…
Lalu…, DERR…
Gerak kita akan dikunci oleh Allah.
Berdiri kita akan dikunci oleh Allah.
Rukuk kita akan dikunci oleh Allah.
Sujud kita akan dikunci oleh Allah.
Sembah kita akan dikunci oleh Allah.
Penglihatan kita akan dikunci oleh Allah.
Pendengaran kita akan dikunci oleh Allah.
Bacaan kita akan dikunci oleh Allah.
Makanya…
Ketika khusyuk akan ada respon Allah.
Ketika khusyuk akan ada jawaban Allah.
Ketika khusyuk akan ada tuntunan Allah.
Ketika khusyuk akan ada pertolongan Allah.
Ketika khusyuk akan ada Shibgatullah (celupan) Allah.
Shibgatullah…
Masih adakah shibgah (celupan) yang lebih baik dari celupan Allah…?.

Selalu ada harapan…




Wahai diri yang masih gelisah.
Wahai diri yang dadanya masih keras membatu.
Wahai diri yang otaknya masih galau.
Diri yang telah berbilang tahun terkungkung dalam kepompong nafs.
Diri yang dari puasa ke puasa gagal bermetamorfosis menjadi Ar ruh.
Diri yang tahunan telah gagal berubah menjadi kupu-kupu akhirat.
Kupu-kupu yang mampu bercengkrama dengan para malaikat.
Kupu-kupu yang nyanyiannya “sami’na wa atha’na, kudengar dan kuta’ati…”.
Kupu-kupu yang menebarkan keriangan.
Kupu-kupu yang menyebarkan keindahan.
Kupu-kupu yang mengalirkan Rahmat Bagi Semesta Alam.
Namun apalah daya…
Tatkala tubuh islamnya baru mulai menggeliat,
Kealpaannya telah membekapnya kembali…
Tatkala sayap imannya baru mulai tumbuh,
Kelengahannya telah mematahkannya kembali…
Tatkala dada ihsannya baru mulai merekah,
keangkuhannya telah menguncupkannya kembali…
Wahai diri yang kegelisahannya kembali membahana dengan deras.
Kegelisahan yang tak berujung seperti dulu-dulu.
Janganlah khawatir…
Selalu ada harapan…
Secarcah peluang masih membayang lembut didepan mata kita.
Setitik kesadaran masih menyapa relung hati kita.
Bahwa Allah masih tetap bersama kita.
Janganlah takut…
Karena Allah masih tetap Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Mari kita lepas ramadhan ini dengan rela.
Mari kita retas kembali keinginan kita dari sekarang.
Untuk menyelesaikan metamormosis kita yang tertunda.
Untuk menjadi kupu-kupu akhirat di malam 1000 bulan mendatang.
——
Juga….
Wahai diri yang pandangannya mulai tercekam.
Tercekamlah dengan hebat.
Tercekamlah….
Wahai diri yang dadanya mulai bergetar.
Tergetarlah dengan dahsyat.
Tergetarlah…
Wahai diri yang kulitnya mulai merinding.
Merindinglah dengan hebat.
Merindinglah…
Sebab itu adalah pertanda…
Bahwa Allah tengah merespon kita.
Allah tengah berkenan memandang kita dengan lembut.
Allah tengah berkenan menyapa kita dalam sunyi.
—-
Pula…
Wahai jiwa yang talinu…
Wahai diri yang dadanya menghening.
Mengheninglah…
Diamlah…
Sabarlah…
Wahai diri yang kulitnya melembut.
Melembutlah…
Meluruhlah…
Mengurailah…
Sebab itu adalah pertanda…
Bahwa diri kita mulai bermetamorfosis.
Sayap-sayap iman kita mulai tumbuh.
Tubuh islam kita mulai membentuk.
Dada Ihsan kita mulai merekah.
Diri kita siap untuk bermetamorfosis
Menjadi kupu-kupu bercitrakan syurgawi.
—–
Berikutnya…
Wahai diri yang muthmainnah
Wahai diri pepadang.
Wahai diri yang kulitnya pepadang.
Wahai diri yang dadanya pepadang.
Wahai diri yang otaknya pepadang.
Wahai diri yang pandangannya pepadang.
Wahai diri yang pendengarannya pepadang.
Wahai diri yang perasaannya pepadang.
Wahai Ar ruh…
Mendekatlah kepada Sang Maha Meliputi.
Tuduklah kepada Sang Maha Meliputi.
Rukuklah kepada Sang Maha Meliputi.
Sujudlah kepada Sang Maha Meliputi.
Sebab itu adalah sebuah pertanda…
Bahwa Sang Maha Meliputi siap menyapa kita,
Alastu birabbikum…, bukankah Aku ini Tuhanmu ?.
Innani Analllah…, Aku adalah Allah…
Laa ilaaha illa ana…, tiada Tuhan lain selain Aku…
Fa’budni…, mengabdilah pada-Ku…
Aqimish shalati lidzikri…, shalatlah untuk mengingat Aku…
Bahwa kita siap pula balas menyapa,
Wahai Wujud Sang Maha Meliputi…
Bala syahida…, benarlah hamba bersaksi…
Laa ilaaha illa anta…, Tiada Tuhan selain Paduka…
Anta Allah…, Benar Padukalah Allahku…,
Anta Rabbi…, Benar Padukalah Tuhanku…,
Anta Waliyyam Mursyida…, Benar Padukalah Pelindung dan Pemberi Petunjukku…,
Wa ana abduka…
Sedang hamba hanyalah sekedar abdi yang diliputi…
Hamba hanyalah sekedar abdi yang dilindungi…
Hamba hanyalah sekedar abdi yang ditunjuki…
Hamba hanyalah sekedar abdi yang diajari…
Wa ana abduka…
Hamba hanyalah sekedar pesuruh yang dialiri daya dan getaran…
Untuk siap dengan tulus menghamba…
Untuk siap dengan riang mengada…
Untuk siap dengan semangat berkarya…
Untuk siap menebar daya dan getaran sukacita milik Paduka…
Wa ana abduka…
Hamba hanyalah sekedar perukuk yang luruh dalam Wujud Maha Meliputi…
Hamba hanyalah sekedar pesujud yang terurai dalam Wujud Maha Meliputi…
Laa ilaaha illa anta…, wa ana abduka…
Ah… selalu saja ada harapan,
Untuk menapak jejak-jejak destiny kita masing-masing.
Salam

GETAR RASA TANPA SWARA



GETAR RASA TANPA SWARA



Percaya atau tidak, buka dan baca tulisan ini dalam hening, lebih baik saat tengah malam … untuk membuktikan kebenaran Al Qur’an… bahwa bila kita ingin mendekatkan diri kepada Allah… ego kita harus dihilangkan… Jangan merasa diri paling bersih, jangan merasa diri paling suci…. Hati kita harus bersih, tulus dan ikhlas…berserah diri kepada Allah… bukan kepada yang lain selain Allah…  Kita harus belajar mati sebelum mati agar kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah… Bila kita berjalan menuju Allah, maka Allah akan berlari mendekati kita… Bila kita mendekat sedepa kepada Allah, maka Allah akan lebih dekat lagi…akhirnya bersemayam di hati kita… Kolbu mukmin baitullah…itulah baitullah yang sejati… Bila Allah mendekat rasakan Getaran EnergiNya… dalam hening… melalui hati yang bening…  Maka hati pun akan bergetar… kulit pun akan merinding… menyungkur dan menangis…  May God bless you …



FIRMAN ALLAH :

        Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya bersih …

  • Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dia kehendaki …. ( An- Nisa 4 : 49 )
  • Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki .. ( An-Nuur 24 : 21 )
  • Karena itu janganlah kamu menganggap dirimu suci !!!  Dia Maha Mengetahui siapa yang taqwa ( An-Najm 53 : 32 )
  • Hai orang-orang yang beriman janganlah ada diantara kamu yang memperolok-olokkan orang lain, karena mungkin mereka lebih baik  dari kamu …( Al Hujurat 49 : 11 )
  • Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau berburuk sangka , sesungguhnya berburuk sangka adalah dosa dan janganlah mencari-cari aib orang lain dan jangan pula sebagian dari kamu mencela dan membusuk-busukkan orang lain ( Al Hujurat 49 : 12 )



HADITS :

  • Pekerjaan yang sangat dicintai Allah adalah menjaga lidah…
  • Manusia tidak akan teguh imannya sebelum hatinya teguh …
  • Tidak akan teguh hatinya sebelum lidahnya teguh …



FIRMAN ALLAH :

  • Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah  (  Shaad 38 : 26 )
  • Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwanya dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya ( Asy-syam 91 : 7-9 )

         … Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dzolim  ( Al Anbiya 21 : 87 )

         Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa atas Rahmat Allah yang akan mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( AZ-Zumar 39 : 53 )

         Merinding kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah ( Az- Zumar 39 : 23 )   

         Seorang yang beriman manakala mendengar Asma Allah akan bergetar hatinya 

( Al Anfal 8 : 2 )

         Apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, maka mereka akan menyungkur , bersujud dan menangis ( Maryam 19 : 58 )

                                                                                     

do’a seorang fakir

 Ya Allah …Ya Robbi

rahmatilah aku dengan Kitab-Mu

Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat bagiku

Ya Allah ingatkanlah aku apa yang aku lupa dari padanya

Berikanlah aku ilmu apa yang belum aku ketahui mengenainya

Anugerahkanlah kepadaku untuk membacanya

Di tengah malam dan di penghujung siang

Jadikanlah ia sebagai pegangan bagiku wahai Tuhan Sekalian Alam



Dan kamu pasti akan mengetahui (kebenaran) keterangan ( Al Qur’an )

setelah beberapa waktu lagi ( Shaad 38 : 88 )



Ya Allah … Ya Robbi

Di kaki-MU … aku bersimpuh

Ya Allah … Ya Robbi

Sesungguhnya

Aku … tidak pernah merasa bahwa … diriku bersih

Aku … tidak pernah merasa bahwa … diriku suci

Aku … tidak ingin menjadi orang yang munafik

Aku … tidak ingin menjadi orang … yang sok moralis

Di usia yang tersisa ini … aku ingin jujur  terhadap diriku sendiri

Aku sadar … bahwa selama darah ini masih merah

Omong kosong …bila diri ini tidak pernah berbuat salah

Aku tidak tahu lagi …

berapa banyak … kebodohan …

kebatilan  … dan kedzoliman yang aku lakukan

Betapa tebalnya … noda dan dosa … yang meliputi … dinding hati ini

Yang aku tahu …

Baju keimananku compang-camping

Baju taqwaku porak poranda

Namun tak henti-hentinya aku berharap… kepada-Mu … Ya Allah

Engkaulah Lautan Ampunan

Engkaulah Lautan Kasih Sayang

Di Pantai-Mu …Aku hanya sebutir pasir yang tersingkir

Dalam Laut-Mu …Aku hanya sekedar buih yang tersisih

Namun kurentangkan juga sayapku menuju kepada-Mu

dengan hati merunduk dan sujud

Ya Allah … Ya Robbi

Maha Suci Engkau

Sesungguhnya aku orang yang dzolim

Ampunilah hamba-Mu ini … Ya Allah

Dengan izin dan keridoan-Mu

Masukkanlah aku kedalam golongan

orang-orang yang bersyukur

                                                               dan berserah diri         

Cabutlah … nyawaku … kala aku sedang menyebut Nama-Mu

Terimalah aku …dalam naungan kasih-sayang-Mu

sebagaimana … dan … sebagai apa adanya      

Amin… amin… Ya Robbal alamin



Getar rasa tanpa swara …Apapun agamanya… Dalam hening… Rasakan kehadiran-NYA… Rasakan Getaran Energi-Nya … Melalui nurani yang bening…Dia menyapa hamba-Nya … dalam Surat Az-Zumar 39 : 53

Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa atas Rahmat Allah yang akan mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang



Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain itu terhadap orang-orang yang diridhoinya ( AN-NISAA 4 : 48 )



Untuk merasakan kehadiran-Nya … Untuk merasakan Getaran Energi-Nya … bukan melalui golok dan parang …bukan melalui perang… bukan merasa diri harus menjadi pemenang…

Semua agama apapun nama agamanya, mengajarkan hal yang sama yaitu tentang Fitrah… keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan dan berserah diri kepada Allah… Itulah Islam sejati yang dianut semua umat… Bukan Islam Arabi, bukan Yahudi…!!! Orang Sunda menyebutnya agama sunda wiwitan…Orang Jawa menyebutnya agama sejati… atau kejawen….

Dihadapan Allah kita harus merunduk … dan… sujud.. . Ego kita harus dihilangkan…!!!

Semoga siapapun yang membaca makalah ini bisa merasakan  dan membuktikan kebenaran Kitab Allah … Bergetar hatinya Merinding kulitnya Menyungkur dan menangis

Semoga Allah memberkati kita semua … May God bless you … and… bless all of us…

Amin … amin … Yaa Robbal alamin