Jumat, 14 April 2017

Kesadaran berTuhan dan rasa berTuhan

Kesadaran berTuhan dan rasa berTuhan

Berombak-ombak mendampari dada
Getaran yang sangat kuat
kadang mencengkeram tenggorokan
Seringkali
Dalam getaran air mata haru,
Rasa kegembiraan yang menyelusup sampai ke jari jemari
Semua mengabarkan keindahan,
akal akan terpesona, terpasung, terikat dalam belitan rasa yang aneh, rasa yang meliputi, mencengkeram, membawa hanyut.
bagaimana aku mampu menggambarkan semua rasa ini?.
Sejuta rasa yang aneh dan membingungkan,
mungkin bisa saja kuibaratkan dalam beberapa permisalan, berikut:
Tanyakan saja apa yang mereka rasakan, atau bagaimana rasanya kepada beberapa orang berikut:
Seorang yang baru saja menimang anak pertamanya setelah berpuluh tahun mengharapkannya
Seorang pemuda yang berhasil menyunting gadis yang dicintainya setelah melewati ribuan halangan
seorang yang sakit atau sekarat dan mendadak sembuh
seorang yang mendengar berita kelulusan dari ujian yang sangat diharapkannya
seorang yang terbebas dari masalah yang sangat berat
seorang yang terbebas dari ancaman bahaya maut kecelakaan
seorang yang terbebas dari dakwaan/tuduhan/fitnah
dan masih berjuta contoh yang mampu kutulisakan
untuk menggambarkan sulitnya menjelaskan tentang "rasa"
Untuk memulai sebuah renungan yaitu: Kesadaran dan rasa.
Kita bisa saja menyadari namun sangat sulit untuk merasakan
Kita bisa saja menyadari keberadaan sesuatu atau seseorang namun sangat sulit merasakan
hanya seorang yang telah mempunyai "ikatan" akan memiliki rasa atau mampu merasakan

ikatan kasih sayang atau cinta akan merasakan rindu dan kehilangan
ikatan benci dan tidak suka akan merasakan kemarahan dan rasa muak atau rasa benci
dan banyak lagi ikatan
Demikianlah:
kesadaran adanya Tuhan, masih sangat sulit untuk menumbuhkan "rasa"
kedekatan atau kebersamaan dengan Tuhan
Tentu saja hanya diri sendiri yang tahu, karena di dalam diri ada "aku" yang tahu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar