SANG
PENGEMBARA JIWA (Meniti Jalan KesejatianNya)
Hidup adalah
sebuah perjalanan yang melewati waktu .... di setiap perjalanan hidup adalah
sebuah rahasia. Rahasia ALLAH dan para malaikat-Nya. Semua tersimpan dalam
wadah yang tiada tampak oleh lahiriah, hanyalah bathiniah yang dimampukan
menyaksikannya. Maka temukanlah sebuah kesejatian dari perjuangan, penderitaan
dan air mata kita. ALLAH menghadirkan ujian dan cobaan untuk kita, agar kita
menemukan sebuah sejatinya kehidupan yang fana di dunia.
Ku resapi
setiap hembusan nafas yang ku rasakan, ku maknai setiap langkah kaki yang
kupijakkan. Tetesan air mata pun mengalir dari lubuk hati nurani yang terdalam,
Allah benar-benar memberikanku sebuah hidayah, sebuah keajaiban dari-Nya yang
tak mampu aku pahami datangnya, yang tak bisa ku pikirkan dengan logika yang
tersimpan di dalam hati nurani
Langkah demi langkah yang kutapaki, membuat ku semakin tersadar makna sejati
hidup ini. Allah berada di setiap tempat yang ku pijakkan, di setiap waktu yang
ku lalui, di setiap mata ini memandang, di sanalah wajah ALLAH, dan di setiap
rasa ataupun keadaan hati yang kurasakan. Semua ini menjadikanku semakin yakin
atas kuasa-Nya yang tiada berbatas, tiada berpenghalang dan tiada mustahil
bagi-Nya, Dia Maha atas segala Maha yang semuanya menjadi tunduk pada
kekuasaan-Nya. ALLAH
Subhanallah, tiada kata yang mampu ku ucapkan selain ungkapan yang berasal dari
dalam bathin, yaitu suara hati yang terdapat di dalam diri ini. Betapa ku
meresapinya sehingga tak mampu untuk menahan sebuah tetesan air yang akan
mengalir dari kedua mata ini, Allah memberikan sebuah ilmu yang tidak
tertuliskan di sepanjang perjalanan hidup yang ku lalui. Ilmu yang kudapatkan
darinya adalah berupa ilmu kesejatian dan ilmu hakikat, betapa berat, sulit,
dan kerasnya perjalanan hidup yang kurasakan, sehingga Allah memberikan hidayah
, adalah sebuah ilmu yang kudapatkan, karena sejatinya ujian itu adalah kasih
sayang dan teguran dari Allah, untuk
mengingatkan kepada kita bahwa hidup hanyalah sementara. Semakin berat ujian
hidup yang kita alami, semakin tinggi pula derajat kemuliaan kita di
hadapan-Nya, jika mampu melewati ujian itu dengan rasa sabar, ikhlas dan ridho
atas apa yang telah diberikan-Nya pada kita, maka Allah benar-benar mencintai
dan menyayangi kita, menjadikan kita sebagai hamba yang diridhoi oleh-Nya.
Dalam Hadits Qudsi :
Allah SWT berfirman kepada
Malaikat-Nya “Pergilah kepada Hamba-Ku.
Lalu timpakanlah bermacam-macam ujian kepadanya karena Aku mau
mendengar rintihan suaranya.
Lalu timpakanlah bermacam-macam ujian kepadanya karena Aku mau
mendengar rintihan suaranya.
Renungan yang teresapi
melewati jiwa dan Ruhani , raga mengheningan rasa yang tercipta dari sebuah
keyakinan, kepasrahan dan ketawadhu’an kepada Sang Maha Suci. Mengalirkan
sebuah rasa di dalam aliran-Nya yang akan bermuara pada-Nya, sedalam-dalamnya
kepahaman tentang sebuah hakikat dan kesejatian, semua hadir atas ridho-Nya.
Perjalanan demi perjalanan yang telah saya lalui dan saya
rasakan, membuat diri saya semakin yakin, bahwa Allah mengajarkan kepada saya
tentang ilmu kesejatian, di mana semua itu tidak tertuliskan, karena Allah
mengajarkan untuk saya membacanya melewati mata hati dan ruhani saya. Dengan
kesabaran dan keikhlasan yang tiada batasnya, semuanya dapat terbuka, sehingga
saya dapat memahaminya tiada sekat yang menghalanginya.
Rasa syukur yang tiada batas, atas anugerah dari-Nya,
semakin membuat diri ini tertunduk bersujud di hadapan-Nya, karena ridho-Nya
lah diri ini mampu untuk bertahan dalam terpaan ujian yang di berikan-Nya.
Allah, adalah jawaban dari semua pertanyaan, jawaban dari semua keraguan,
jawaban dari semua kebimbangan, jawaban dari semua kemustahilan dan jawaban
dari segala jawaban. Atas izin dan kehendak-Nya lah semuanya tiada yang mustahil.
Ku ungkapkan .....
Sebuah rasa di dalam jiwa......
Melewati butir-butir air mata.....
Meresapkan hati yang penuh derita.....
Ku terima ....
Jalan takdir yang penuh rahasia....
Yang telah di tentukan oleh-Nya ...
Suka duka perjalanan hidup ....
Menjadikan sebuah kisah .....
Ku rasakan.....
Makna terdalam hidup ini ...
Dari pahitnya duka.....
dari sakitnya menahan luka.....
Bertahan dengan tetesan air mata...
Pernahkah engkau merasakannya ....
Pernahkah engkau mnerimanya.....
Pernahkah engkau menyimpannya…..
Allah ...
Dialah yang membuat aku bisa ....
Di dalam keadaan yang penuh derita.....
Ku pasrahkan jiwa dan raga ini pada-Nya .....
Ku pasrahkan jiwa dan raga ini pada-Nya .....
Sampai akhir menjemput hayat ....
Marilah
saudara dan saudariku untuk selalu meresapi dan merenungkan setiap hembusan
nafas dan langkah kaki yang kita pijakkan ini. Kita cairkan hati yang beku ini,
kita buka mata hati yang tertutup ini untuk merasakan dan melihat anugerah yang
di berikan Allah kepada kita. Lihatlah dengan hati nurani, betapa Allah
sangat menyayangi kita. Sudahkah kita benar-benar bersyukur pada-Nya
Masih banyak saudara-saudara kita yang serba hidup kekurangan, penuh dengan
penderitaan, dan kemiskinan. Pada merekalah kita bercermin, sungguh air mata
akan mengalir dari hati kita. Sungguh kita lebih beruntung dari pada
mereka-mereka yagng benar-benar merasakan pahitnya hidup.
Semoga kita tersadar bahwa semua ini adalah titipan
dari-Nya, mata hati kita terbuka untuk melihat dengan dalam yang penuh
renungan, semoga kita di jadikan hamba yang benar-benar di ridhoi oleh-Nya.
Yang selalu memegang teguh iman dan takwa hingga kembali kehadirat-Nya.
Hamba Allah
- HK

Tidak ada komentar:
Posting Komentar